Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 09, 2014

Antara Manga, Anime dan Kultur Baca Tulis Masyrakat Jepang

Kalau mendengar kata “JEPANG” pasti  mengingatkan kita pada teknologi, komik, negara matahari terbit dan budayanya khas dan masih banyak lagi. Kali ini ada yang menarik antara Komik,  anime dan budaya baca tulis masyarakat Jepang, apa kaitannya?

Otaku yang merupakan penggemar buku komik yang disebut mangga dan kartun animasi  yang disebut anime terjual jutaan copy per minggu, angka yang fantastis. Dan bukan hanya itu para penggemar komik ini menghabiskan 2 milyar Dollar lebih  petahun, bukan hanya sebagai income bagi author dan penerbit melainkan juga sebagai kekuatan ekonomi Jepang, itu hanya dari Industri kreatif yang berasal dari budaya baca tulis. 
Antara Manga, Anime dan Kultur Baca Tulis Masyrakat Jepang
Komik Manga

Dari fakta ini jelas ada kaitannya antara komik dan budaya membaca masyarakat jepang. berdasarkan sebuah statistik dari Niponia (sebuah majalah bulanan tentang keJepangan) menyatakan bahwa toko buku di Jepang adalah sama dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat. Coba kita bayangkan, luas wilayah Amerika Serikat dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang. Data ini menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap budaya membaca, juga menunjukkan bahwa toko buku jumlahnya sangat banyak, mudah dijangkau, dan berada sangat dekat dengan masyarakat Jepang. Jangan dibandingkan dengan Indonesia, Pasti tempat perbelanjaan yang banyak..hehe…Dan serunya lagi saat buku luar masuk ke Jepang langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Wajar kalau mereka lebih canggih…

Toko buku yang ada tak sebatas toko buku baru.  Secara keseluruhan toko buku bekas atau toko buku tua menempati persentase sepertiga jumlah toko buku. Keberadaan toko buku bekas ini sangat menolong konsumen buku, karena mereka bisa mendapatkan buku yang mereka inginkan dengan harga yang jauh lebih murah dan terjangkau. Bahkan terkadang, kita bisa mendapatkan buku-buku tua yang sangat bernilai namun sudah tidak lagi diterbitkan.

Budaya tulis masyarakat Jepang merupakan sebuah timbal balik dari budaya membaca itu sendiri, dimana banyak author dan penerbit dan otaku yang saling keterkaitan satu sama lain.
Data ini sangat jelas bahwa komik dan budaya membaca dan menulis sangat melekat di Masyarakat Jepang dimana tingkat apresiasi terhadap karya orang lain sangat tinggi, dan buktinya manga dan anime masih exist di Jepang dan bahkan anime dan manga di terjemahkan kedalam beberapa bahasa untuk di produksi di luar Jepang termasuk Indonesia, negara yang banyak mengimpor komik manga dari zaman Doraemon, sampai Kungfu Boy masih melekat pada anak, remaja dan bahkan dewasa menyukai komik Jepang tersebut yang kini sudah di buat bentuk film dari komik-komik terlaris tersebut. Bahkan para penggemar komik Jepang di Indonesia pun sudah membuat komunitas pecinta komik Jepang melalui forum di internet.

Wajar saja, kalau budaya baca tulis Jepang bisa mendongkrak perekonomian negara mereka, itu masih dari sisi kecil budaya yang mereka jaga dan kembangkan, belum lagi trend fashion, teknologi dan masih banyak lagi. Hmmm...Bagaimana dengan Industri kreatif Indonesia berbasis budaya, Apa Pendapat Anda??

Baca juga Cara Baca Komik Manga di HP Android

Minggu, Juli 07, 2013

Ramadhan Coming Soon!

"Barang siapa yang merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka." Hadist
Alhamdulillah kita masih bertemu Ramadhan Tahun ini. Dalam hitungan jam ke depan kita akan memasuki Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan dan kita harus bersyukur kita masih akan dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat ini. Dari Hadist diatas jelas lah bahwa janji Rasulullah SAW kepada umatnya kepada siapa saja yang gembira akan datangnya bulan Ramadhan akan dijanjikan reward yaitu dijauhkan jasadnya dari api neraka.


Puasa Ramadhan
Ada yang menarik tentang menyambut bulan suci Ramadhan, konon dahulu kala Arab Islam Quraisy dalam menyamput bulan Ramadhan mempunyai tradisi yang unik dalam menyambut Ramadhan Mubarak, seperti yang di jelaskan guru agama saya dulu 14 tahun yang lalu dimana Arab Islam Quraisy memiliki tradisi dan kultur dalam menyambut bulan Ramadhan, mereka mempersiapkan bahan pokok selama sebulan penuh khusus untuk bulan Ramadhan, sebelum masuk 1 Ramadhan mereka telah mempersiapkan bahan pokok kebutuhan selama puasa berlangsung, mereka membeli gandum untuk sebulan, gula, kahwah (kopi), laban (Susu), kurma, zaitun dan bahan pokok lainnya. 

Persiapan menyambut Ramadhan ini mereka lakukan dengan gembira, kegembiraan mereka yaitu dengan mempersiapkan bahan makanan selama puasa, tradisi ini dilakukan untuk menjalankan bulan Ramadhan lebih fokus hanya untuk beribadah kepada Allah, dan kalau melakukan pembelian atau belanja di pasar saat puasa berlangsung akan dapat mengurangi pahala puasa mereka. Lebih rinci guru saya menceritakan mereka benar-benar mempersiapkan Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan takut setiap detik yang mereka lalui sia-sia tanpa ibadah, karena dalam bulan Ramadhan amalan sunnah akan dianggap oleh Allah sebagai pahala wajib, dan mereka menghabiskan waktunya untuk membaca Alqur’an, hifzil qur’an, mempelajari tentang keislaman, i’tikaf dan amalan-amalan sunnah lainnya.

Begitulah kegembiraan Arab Islam Quraisy dalam menyambut bulan Ramadhan, dan tidak ubahnya seperti ingin berperang dan mempersiapkan bahan stok logistik selama pertempuran berlangsung, mungkin ada benarnya persiapan menyambut Ramadhan mereka itu dikaitkan dengan perang, karena dahulu Rasulullah SAW setelah perang Badar pernah bersabda kepada didepan para sahabat usai perang Badar, Rasullullah menyatakan perang Badar adalah perang kecil, dan para sahabat pun bingung karena selama perang di zaman Rasulullah perang Badar lah yang paling dahsyat, dan seorang dari sahabat bertanya kepada rasulullah tentang perang apa yang paling besar itu, dan Rasulullah pun menjelaskan perang melawan hawa nafsu. Mungkin, dari situlah muncul suatu kebiasaan kaum arab untuk mempersiapkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya karena Ramadhan adalah perang melawan hawa nafsu.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan atau menyambut Ramadhan dengan suka cita dimana bulan yang didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Kalau sudah bersiaplah untuk berperang melawan hawa nafsu dan mengisi Ramadhan dengan lebih baik dari Ramadhan kemarin untuk mendapat kemenangan di yaumil haflah di Syawal yang fitri dan mendapat reward berupa title Taqwa yang dijanjikan oleh Allah dalam Surah Al-baqarah 183. 

Selain mengharapkan Reward Taqwa, Puasa Ramadhan adalah bulan introspeksi diri, refleksi diri kita terhadap komitmen kita kepada Allah SWT. 
imuzcorner mengucapkan Selamat Berpuasa!!

Rabu, November 21, 2012

Blogging dan Media cetak

bloggingBlogging berawal dari sebuah diary, atau tulisan harian mengenai perjalanan seseorang dan sekarang blog lebih dari sekedar catatan perjalanan seseorang, dan sekarang berbagai opini tentang suatu issue tertuang di media blog, kita bisa menulis apa saja menurut apa yang ada dalam pikiran kita dan tulisan kita bisa dibaca siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

Berbeda dengan media cetak yang ditulis oleh seorang wartawan untuk dipublish di media dimana wartawan itu bekerja, dan kadang tulisan itu mengalami berbagai pengeditan oleh editor atau pimred. Berbeda dengan blog yang secara personal memberikan view tentang sesuatu yang dianggap menjadi “interest” tersendiri untuk di tulis dalam blog.

Ada yang menarik antara blogging dan media cetak, banyak yang beranggapan bahwa kehadiran blog akan menggeser keberadaan media cetak, seperti saya kutip dari blog iman broteseno …. disaat Kita dari dulu mendengar sejak penemuan penemuan teknologi. Bahwa televisi akan menggusur radio, atau home theater akan menggeser bioskop. Sampai sekarang tidak pernah ada yang memakan korban. Demikian juga blog .Walau ada prediksi bahwa koran akan mati tahun 2014. Namun itu belum tentu terbukti. Beberapa koran di Amerika memang menutup media cetaknya dan beralih ke cyber media..

Melihat trend media sekarang, banyak media sudah mempunyai cyber media disamping media cetaknya, dimana pembaca mereka tanpa membeli koran atau majalah,  mereka bisa dapat menikmati suatu info dari koran atau majalah tersebut melalui website. Kita sebut saja Kompas dengan Epaper kompasnya yang mirip persis dengan koran kompas yang dibagikan loper koran ke rumah-rumah atau dijual di persimpangan jalan di ibukota dipagi hari, saya sangat menikmati epaper kompas kalau saya berada di luar Jakarta, atau detik.com dan okezone.com dan masih banyak lagi. Memang trend online terus meningkat mungkin juga karena iklan dari dua provider yang satu “Anti Mati Gaya” dan satu lagi “online-online” dari saykoji.

Balik lagi ke blog, mungkin kita pasti sering mendengar atau menikmati puisi-puisi Sastrawan Taufik Ismail. Beliau selalu menyuarakan keprihatinan nya tentang minimnya minat baca tulis masyarakat Indonesia, tentang kurang dikembangkannya budaya tulis menulis sejak dini. Saya lihat betul bagaimana keprihatinan sang Sastrawan ini saat membacakan puisi yang selalu ada kegelisahan tentang negeri ini yang perlu banyak belajar untuk membaca dan menulis. Mungkin blog bisa menjadi salah satu alat mengembangkan minat baca tulis. Dari membaca kita bisa menuangkan ide-ide ke dalam tulisan yang bisa kita share via blog, bukankah blog sebuah wadah yang memberikan kebebasan berekspresi? Walaupun ada  Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menjerat Prita Mulyasari dengan sharingnya melalui internet, bukan alasan untuk takut berbagi asal sesuai dengan etika dan rule yang ada.

Mengenai baca tulis, saya teringat kembali tentang tulisan saya mengenai budaya Jepang yang suka membaca dan menulis, dan dari kebiasaan mereka membaca dan menulis bangsa matahari terbit ini mampu menggerakkan perekonomian khususnya dibidang buku komik, anime  dan industri kreatif  lainnya. Saatnya online waktunya blogging…!! Sekecil apapun berbagilah!

Minggu, Desember 19, 2010

Dictionary of Slang

Dictionary of Slang

Slang based on wikipedia is the use of informal words and expressions that are not considered standard in the speaker's dialect or language. Slang is often to be found in areas of the lexicon that refer to things considered taboo. It is often used to identify with one's peers and, although it may be common among young people, it is used by people of all ages and social groups.

Slang is the continual and ever-changing use and definition of words in informal conversation, often using references as a means of comparison or showing likeness. some modern slang has endured over the decades since its inception (i.e. cool) and some will only last a few years before being rendered obsolete or outdated (i.e. bling bling). slang can be born from any number of situations or ideas (the word slang itself has come to represent selling, especially of illegal drugs), and can be blunt or riddled with metaphor, and often quite profound.

the use of slang is frequently ridiculed by culturally-ignorant people who feel it is the product of insufficient education and believe it to be counter-evolutionary; of course, they couldn't be farther from the truth. human language has been in a state of constant reinvention for centuries, and slang has been used and created by poets and writers of all sorts (William Shakespeare has been credited for the upbringing of at least a couple of words). it is the right and responsibility of the modern human to keep re-evaluating language, to give dead words innovative contemporary meanings or to simply invent new ones, in order to be more appealing and representative to the speaker/listener (which was essentially the basis behind language anyway, to understandably communicate thoughts or ideas verbally).
the use of and constant flux in slang is the only exciting thing happening in language, making present day especially interesting with the wealth of new words and definitions appearing seemingly everywhere. those who speak ill of slang obviously feel threatened or alienated by the evolution of a language they can't control, and all y'all trick ass marks need to stop running ya gums 'fore y'all gets slapped the fuck up...bitches.
peace and much love, the snizz.
cool, bling bling, slang, the conversion of the degenerative "nigger" into the acceptable if not triumphant "nigga".
Sometimes Slang language difficult to understand without dictionary, what people say especially when we use second language or another language as our  language for communication. Each generation have slang language that popular on their age. when difficult to understand the meaning the dictionary of slang is the best solution to find the best answer.

Sabtu, September 19, 2009

Kembali Fitri

Perjalanan Ramadhan ini InsyAllah berakhir dengan kemenangan, Alhamdullillah puasa full, walau tarawih bolong-bolong. Perjalanan panjang selama 30 hari itu akhirnya hampir usai juga menghitung detik-detik menuju kemenangan atas melawan hawa nafsu selama sebulan lamanya. 

Idul fitri pesta kemenangan kaum muslimin setelah sebulan lamanya berperang melawan hawa nafsu, bulan dimana pengampunan dan rahmat diberikan, dan puncak dari itu semua berakhir di bulan Syawal. Bulan kemenangan, bulan yang fitrah. Idul fitri bukan hanya sekedar hari kemengan buat kaum muslimin di Indonesia, idul fitri sudah menjadi kultur yang kebiasaan turun temurun itu selalu terjadi di akhir bulan Ramadhan tersebut, salah satu contoh, budaya mudik, pulang ke kampung halaman dan berlebaran dengan keluarga, tak kurang dari 16 jutaan orang melalukan akttifitas mudik melintasi pulau, melitasi gunung dan jalan bebatuan untuk bertemu orang-orang yang dicintai, saling bersilaturrahmi dan saling bermaaf-maafan. 

Di puasa terakhir ini, jelang Magrib dan sebentar lagi berbuka puasa dan mungkin bilal-bilal di mesjid akan langsung mengumandangkan, Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai tanda kemenangan karena Hanya Allah lah yang Maha besar. Mudah-mudah kita semua kembali fitrah dan mendapat reward taqwa dari Allah SWT.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H
Kembali Fitri
Minal Adin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin