Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 22, 2013

Dibalik Cerita-Cerita Sang Penerjemah

translationSelalu ada yang menarik dibalik cerita cerita para professional yang menceritakan profesinya, bisa menjadi cerita yang inspiratif, bisa juga menjadi cerita yang kadang membuat kita tertantang. Cerita dibalik para penerjemah ini saya bagian kepada Anda.

Dulu sekitar tahun 2007, Mr. Hendro Dosen Pembimbing saya waktu membuat penelitian skripsi saya tentang pragmatic dan penerjemahan audio visual mengatakan “JANGAN JADI PENERJEMAH, JADILAH GURU PENERJEMAHAN” lantas saya bertanya kenapa?? Bukan kan penerjemah itu empunyai income yang lumayan?? Lalu beliau menjelaskan “Dulu senior penerjemah saya di RCTI, senior penerjemah Audio visual saya mengatakan, “JANGAN JADI PENERJEMAH MENDING JADI GURU PENERJEMAHAN” lalu saya menjelakan lagi sama kamu'”, sambil tertawa,…lantas beliau terus menjelaskan, “Karena profesi penerjemah hanya memintarkan (membuat pintar penerjemah itu sendiri) coba dibandingkan dengan guru atau dosen penerjemahan kamu akan menciptakan translator-translator yang baru saya pun mengangguk-angguk…dan beliau juga menjelaskan “Waktu itu saya masih muda, saat senior nya mengatakan begitu, karena masih muda dan masih punya idealis yang tinggi dan saat itulah saya memutuskan untuk  menjadi dosen sekarang” dengan senyumnya Dosen Telaah Drama Inggris sekaligus Vice-Dean of Student Affairs di Universitas Gunadarma itu menjelaskan kepada saya sambil melihat-melihat page per page halaman skripsi saya. Dan siang itu, setelah 1 jam ngobrol dan mereview skripsi saya beliau pun harus meniggalkan saya karena masih ada jadual ngajarnya di kelas Sastra yang lain. I’m Proud of  him. Thanks Mr. Hendro, my Thesis Successfully done. :-) Lihat Skripsi Tentang Penerjemahan Film saya di Perpustakaan Universitas Gunadarma.

Waktu itu saya belum terpikiran untuk menanyakan kepada Mr. Hendro “Bagaimana kalau seorang translator dan berbagi ilmunya melalui media yang bernama blog? Seperti yang dilakukan oleh Online Buddy saya Femmy di blog multiply.  Femmy adalah seorang Professional translator yang banyak dari karya-karya penerjemahannya diterbitkan di toko-toko buku yang tersebar diseluruh Indonesia. Waktu itu saya juga menanyakan beberapa pertanyaan seputar Penerjemahan, penerjemah yang merupakan profesinya.

Dan langsung beliau memposting bagaimana cara merintis karir jadi penerjemah lepas, dan e-mail yang saya tanyakan pun beliau balas. Katanya jadi penerjemah itu sangat menjanjikan, tapi jadilah penerjemah untuk lembaga atau perusahaan asing dibayar lebih mahal. kalo penerbit lokal siy lumayan, dan dia tidak mau menyebutkan berapa income yang dia dapat dari 250-300 halaman perbulan, itu tergantung dari penerbitnya.

Dan jelasnya inilah jawaban Teh Femmy tentang jawaban yang saya tanyakan; seperti inteview begitulah kepada seorang praktisi dan penerjemah profesional tahun 2007 lalu;

Wa'alaikum salam, Mushallin,
Salam kenal! Aku coba jawab pertanyaanmu satu per satu ya...
* Kalau secara pendidikan formal, aku nggak punya latar belakang yang berkaitan dengan penerjemahan. Dulu aku kuliah di teknik kimia. Tapi ibuku seorang editor di penerbit, dan beliaulah yang memperkenalkan saya ke bidang ini. Saya rasa, untuk menjadi penerjemah, kita tidak perlu latar belakang tertentu. Asal memang mampu, kita bisa menjadi penerjemah.
* Biasanya aku menerjemahkan novel 250-300 halaman dalam sebulan. Jadi mungkin kalau 80 halaman itu, seminggu selesai ya? Karena kebanyakan novel memang tebalnya 250-300 halaman, saya (normalnya) bisa menyelesaikan satu novel per bulan.
* Honor biasanya dihitung dari jumlah halaman terjemahan, dengan setup halaman dan huruf yang disepakati dengan penerbit. Honor per halamannya juga bervariasi, tergantung penerbitnya.
* Soal kata yang tidak dikenal, yang paling sering sih dicari ke kamus yah. Kalau tidak ada di kamus, bisa dicari ke internet. Saya biasanya membuat Notebook sendiri untuk setiap proyek penerjemahan novel, seperti misalnya
di sini. Kalau di internet tidak ketemu juga, bisa tanya ke rekan-rekan penerjemah di milis Bahtera, milis khusus penerjemah dari dan ke bahasa Indonesia.
* Kesulitan penerjemahan yang saya hadapi terutama di gaya bahasa dan dialek. Kadang bingung juga, bagaimana mengungkapkan gaya bahasa orang kulit hitam tak berpendidikan, atau gaya bahasa abad 19, ke dalam bahasa Indonesia.
* Untuk software penerjemahan, sejauh ini saya pernah memakai Trados dan SDLX.
* Rasa jenuh memang kadang muncul. Akhir-akhir ini saya perhatikan, rasa ini biasanya muncul jika saya menyunting terjemahan orang lain. Mungkin karena saya jadinya tidak bisa menggunakan gaya terjemahan sendiri.
* Soal tenggat, tergantung penerbitnya juga. Ada yang memberi waktu 1-2 bulan untuk satu novel, ada juga yang tidak memberikan tenggat pasti.
* Saya kira profesi penerjemah ini cukup menjanjikan, apalagi kalau kita bisa meluaskan jaringan ke luar negeri. Profesi ini sangat layak untuk dicoba.
Oke, semoga jawabannya membantu. Kalau ada yang mau ditanyakan lagi, atau perlu diperjelas, silakan tanya lagi ya.
wassalam,
femmy.


Sangat jarang seorang penerjemah professional yang sharing mengenai profesi yang mereka geluti. Femmy adalah seseorang yang masih terus berbagi mengenai projectnya, pengalamannya dan ilmu-ilmunya di blog Multiplynya. Intinya penerjemah translator adalah manusia-manusia yang sangat punya andil dalam perubahan dan kemajuan dunia. Mungkin  itulah sedikit Cerita-cerita Sang Penerjemah yang inspiratif
Thanks Teh Femmy for your sharing!

Dari dua cerita penerjemah diatas, (Mr. Hendro penerjemah yang kini menjadi dosen dan Teh Femmy menjadi professional translator) kesimpulan apa yang bisa Anda ambil?? Silakan berkomentar!

Kamis, November 15, 2012

Seorang Blogger dalam Menyikapi Tahun Baru Hijriah

Tidak terasa tahun 1433 Hijriah sudah berlalu, berganti dan memasuki tahun baru 1434 H. Sebagai muslim, bagaimana menyikapi pergantian tahun baru untuk tahun hijrah ini. Untuk menyikapi pergantian tahun ini alangkah baiknya kita introspeksi diri, bersyukur dan selalu semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Sebagi blogger, dan sebagi muslim pergantian tahun hijriah ini adalah sebagai momen untuk melihat diri kita kembali atas apa yang telah kita lakukan sebagi blogger, apakah tulisan blog kita bisa bermanfaat untuk orang lain, dan sekaligus untuk meningkatkan kembali apa yang kita telah dan belum kita capai, dengan momen ini alangkah baiknya segala awal tahun islam yang baru diawali dengan kebaikan.

Untuk tahun ini kita bisa memotovasi diri kita untuk meningkatkan kembali blogging kita untuk mewarnai dunia blogosphere, yang pastinya bermanfaat untuk orang lain yang mencari informasi di internet. Untuk Monetize blogging atau make money online  ditahun 1434H ini kita bisa meningkatkan penghasilan online kita dengan memaksimalkan ilmu internet marketing, (baik itu SEO, Sosial media, Artikel)  yang kita miliki baik dari otodidak maupun dari sharing pengalaman dari temen-temen blogger.

Secara tidak sadar, kita sebagai blogger sudah banyak berbagi informasi kepada temen-temen lainnya, banyak informasi yang baik yang mereka dapatkan dan  butuhkan, dan untuk menggali informasi yang kita update di blog tersebut adalah hasil riset tulisan kita, mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca dan khususnya buat kita.
Tahun Hijriah


Dan Terakhir,Saya imuzcorner mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1434H, Semoga kedepan lebih baik.Teruslah berbagi untuk kebaikan.

Minggu, November 21, 2010

Resensi Buku 7 KEAJAIBAN REZEKI

Resensi Buku 7 KEAJAIBAN REZEKI

Belum selesai Buku 7 Keajaiban Rezeki saya baca, saya tidak sabar lagi untuk mengabarkan kepada teman-teman betapa bagusnya buku ini.
Detailnya buku ini:
Judul : 7 Keajaiban Rezeki
No. ISBN : 9789792769234
Penulis : Ippho D. Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tanggal terbit : April – 2010
Jumlah Halaman : 191
Berat Buku -
Jenis Cover : Hard & Soft Cover
Dimensi(L x P) -
Kategori Motivasi
Bonus CD
Text Bahasa Indonesia ·
buku ini masuk kategori Mega Best Seller karena dalam kurun waktu empat bulan saja, buku ini telah melakukan Cetak ulang yang keenam kalinya.
Ippo dalam bukunya seolah-olah bicara langsung dengan pembaca dengan bahasa-bahasa yang sangat mudah dipahami dan sedikit humor.
Sekelumit isi buku ini adalah :
#1. Sidik Jari Kemenangan (Lingkar Diri)
#2. Sepasang Bidadari (Lingkar Keluarga)
#3. Golongan Kanan (Lingkar Diri)
#4. Simpul Perdagangan (Lingkar Sesama)
#5. Perisai Langit (Lingkar Diri)
#6. Pembeda Abadi (Lingkar Diri)
#7. Pelangi Ikhtiar (Lingkar Diri)
secara umum keajaiban-keajaiban tersebut diuraikan secara lebih rinci mengenai:
  • mengasah otak kanan, kreativitas, imajinasi, dan intuisi
  • mengambil keputusan 1.000 kali lebih cepat, dengan otak kanan
  • mengendalikan Law of Attraction dan nasib, dengan otak kanan
  • melipatgandakan pengaruh dan go national 10 tahun lebih awal
  • menjual lebih banyak, lebih cepat, dan lebih mahal
  • memahami 19 amal yang melipatgandakan rezeki
  • menguasai pintu-pintu rezeki, dengan otak kanan
Dengan segala kerendahan hati saya sampaikan, buku ini tidak mengupas tentang ’kesuksesan’, melainkan tentang ’mempercepat kesuksesan’. Istilahnya, percepatan-percepatan, lompatan-lompatan, atau keajaiban keajaiban. Di antara belasan buku saya (yang selama ini sudah dibaca jutaan orang di dalam dan luar negeri), saya pribadi menganggap buku 7 Keajaiban Rezeki ini adalah masterpiece saya. Karena, selain orisinil, materi buku ini juga telah saya uji pada diri saya dan ribuan orang selama 10 tahun terakhir. Di buku ini juga disisipkan CD bonus berdurasi 3 jam, memuat sharing dari tokoh-tokoh, seperti Hendy Setiono (Kebab Turki), Roni Yuzirman (TDA), Tom Mc Ifle (Master Coach), dll. Sharing langsung dari mereka! Tentang apa? Yah, bagaimana mereka membuktikan keajaiban-keajaiban itu dalam bisnis dan kehidupan mereka. Nyata! Makanya, khusus untuk buku ini, saya pun berani menjanjikan 100% money-back guarantee, tanpa pertanyaan apapun! Yap, satu-satunya buku di Indonesia dengan garansi begini. Selamat mencoba dan nantikan keajaiban! Right?

SELAMAT MEMBACA!!

Senin, September 14, 2009

Halal dan Haram

Halal dan Haram

Pagi sesaat menjelang sahur, duduk sejenak melihat imsakiyah ternyata tanpa terasa Ramadhan pun sudah di penghujung bulan yang berarti Ramadhan akan meninggalkan kita sesaat lagi dan bulan Qamariah pun terus berputar untuk melanjutkan ke bulan Syawal, bulan yang fitri.
Mengikuti berita yang menjadi issue di media dari awal Ramadhan sampai jelang lebaran, tidak lain issue penentuan Ramadhan dan Syawal yang selalu menjadi bahan pembahasan karena perbedaan rukyah untuk hilal, issue tentang pelabelan halal pada produk yang tersebar di pasar antara MUI dan DEPAG, Mengharamkan Aktifitas Meminta-minta oleh sebagian ulama sampai berita tentang mudik yang sudah menjadi kultur bangsa Indonesia yang muslim untuk kembali ke kampung halaman dan merayakan hari fitri dengan sanak saudara.

Kisah Halal dan Haram
Menarik memang mengevaluasi suatu issue untuk sebuah kemajuan suatu bangsa, tapi ada yang lebih menarik beberapa hari lalu yang saya baca di buku Mutiara Qalbu tentang seorang pemuda yang bernama Tsabit bin Ibrahim. Ketika sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.

Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”. Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.

Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.

Ini kisah sangat menarik, tentang halal dan haram nya makanan yang kita makan yang akan mengalirkan darah yang halal kepada keturunan kita nanti. Akankah para korruptor sadar akan apa yang mereka makan dari hak orang lain yang secara kwantitas berton-ton apel kalau dihitung kiloan dari uang yang mereka curi??? Semoga!!.

Sabtu, Agustus 01, 2009

Sekecil Apapun itu, berbagilah…

Berbagi Blogging sudah semakin happening dikalangan pengguna internet akhir-akhir ini, tidak hanya webmaster yang melakukan blogging, dari pelajar, mahasiswa, karyawan dan berbagai profesi bahkan presiden sudah mempunyai blog, melalui media internet khususnya blog kita bisa membagikan apa saja dengan sesama, baik itu pengalaman pribadi, curahan hati maupun ilmu pengetahuan, yang  memiliki nilai tambah untuk memperkaya wawasan tentang point of view buat kita untuk lebih baik.

Blogging yang awalnya dicetus Jorn Barger hanyalah website pribadi yang selalu update  berupa catatan perjalanan seseorang yang dipublish di internet dan terus berkembang menjadi sebuag blog yang memuat opini personal mengenai apasaja dan hal apa saja dan dikabarkan kepada komunitas global yaitu internet dan content dari blog tersebut bisa dinikmati oleh siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Dan sekarang blog bukan hanya sekedar opini personal, atau catatan diary seorang blogger namun lebih dari itu, blog juga bisa sebagai lahan untuk breadwinner  baik nyambi ataupun fulltime mencari penghasilan melalui media ini. Bloging making money itu sudah tidak asing lagi buat blogger.

Blogging adalah suatu aktifitas untuk berbagi, sekecil apapun itu, karena manusia dianugrahkan oleh Tuhan berbagai individu yang mempunyai masing-masing kelebihan, alangkah baiknya kelebihan masing-masing individu itu berbagi view mereka untuk memperluas suatu wawasan yang belum pernah kita ketahui. Banyak buddy online saya yang ngeblog dari latar belakang yang berbeda, misalnya saja Free Blogger Template yang selalu setia dengan tulisannya mengenai blog tip dan template dan juga internet marketing, Jokosusilo yang fokus dengan bisnis internet dan marketing, atau Jobay yang seorang arsitek ngeblog tidak jauh dari profesi beliau, Kiranassie, just a little and stupid page about me and everything pada deskripsi blognya, atau Iman Brotoseno seorang sutradara, pengamat film yang mampu menulis view-nya mengenai apasaja yang menarik untuk ditulis, dan tulisanya memang sangat menarik untuk dibaca. Dari berbagai blog yang kita baca, pasti banyak nilai tambah yang menjejeli otak kita dengan penetahuan dan wawasan baru.

Saya juga bukan penulis yang baik atau  blogger yang handal, tapi mengenai apa yang saya ketahui saya hanya ingin share apa saja, siapa tau dengan tulisan yang kita publish bisa menambah wawasan seseorang yang membaca dan syukur-syukur bisa menjadi suatu inspirasi untuk terus maju. Apalagi sekarang, apa yang kita tulis bisa kita share dengan cepat melalui socail networking dan social bookmark yang ada, puluhan, ratusan dan ribuan bisa membaca blog yang kita tulis.


Pic From: wiki.creativecommons